Tuesday, December 1, 2015

Tutorial Menomori Halaman (Beda Format dan Beda Posisi)

Artikel ini saya tulis karena ketidak tauan saya Dalam menomori penyusunan karya tulis ilmiah, nomor halaman awal Bab harus terletak pada bagian bawah (footer) tengah halaman, sedangkan nomor halaman berikutnya terletak pada bagian atas (header) pojok kanan halaman. Nah, say kesulitan menomori halaman dengan posisi berbeda ini. Sebetulnya kesulitan ini bisa disiasati dengan cara ‘memecah’ karya tulis tersebut menjadi beberapa file, untuk satu format penomoran yang sama. Contohnya: halaman cover, yang tidak diberi nomor, dibuat satu file; halaman Daftar Isi, yang dinomori dengan angka romawi kecil, dibuat satu file; halaman awal Bab I, yang dinomori dengan angka arab pada bagian footer, dibuat satu file; halaman selanjutnya dari Bab I, yang dinomori dengan angka arab pada bagian header, dibuat satu file. Namun, dengan ‘memecah’ file tersebut, pembuatan dokumen menjadi tidak efisien. Pembuatan daftar isi pun tidak bisa dilakukan secara otomatis jika tidak dalam satu file.

Dan saya putuskan untuk meminta batuan ‘Eyang Google’. Dari beberapa artikel yang ‘Eyang Google’ sodorkan, ada satu artikel yang pas untuk menjawab permintaan saya. 

Lebih rinci saya ceritakan lewat baris-baris di bawah ini.

Ketentuan

1.       Cara penomoran ini dilakukan pada satu file. Bila file masih terpisah-pisah, disatukan terlebih dahulu, tanpa penomoran halaman.

2.       Urutan halaman yang digunakan sebagai contoh, sebagai berikut.

1. Cover.
2. Kata Pengantar.
3. Daftar Isi.
4. Daftar Gambar.
5. Bab I.
6. Bab II.
7. Bab III.
8. Daftar Pustaka.

 Tanda “>” pada langkah-langkah di bawah ini menunjukkan urutan selanjutnya yang harus dilakukan atau diklik.

Tutorial Memberi Nomor Halaman (Beda Format dan Beda Posisi)

 Langkah-langkah memberi nomor halaman dengan format berbeda dan posisi berbeda adalah sebagai berikut.

1. Letakkan kursor di depan huruf paling awal halaman (lihat gambar 1).



2. Klik Page Layout > Breaks > section breaks Next Page (lihat gambar 2).



Setelah itu, secara otomatis, halaman cover akan pindah ke halaman berikutnya, seperti gambar 3.



3. Cara yang sama dilakukan juga pada halaman awal Kata Pengantar, Bab I, Bab II, dan Bab III, seperti pada langkah 1-2 (lihat gambar 4 s.d. 7 di bawah ini, lakukan pada halaman awal saja). Untuk halaman-halaman tersebut, posisi halaman tidak akan pindah setelah Next Page diklik.

Catatan:

·         Bila terdapat halaman lain yang tidak diberi nomor, misalnya halaman pengesahan dan halaman persembahan, maka pada tiap-tiap halaman tersebut diperlakukan sama seperti halaman cover, sesuai langkah 1-2.

·         Halaman Daftar Isi dan halaman lainnya setelah Kata Pengantar, yang dinomori degan angka romawi kecil, tidak perlu diperlakukan seperti Kata Pengantar, karena nomor halaman tersebut nantinya akan berkesinambungan secara otomatis dengan nomor halaman pada Kata Pengantar.









4. Pemberian nomor halaman Kata Pengantar dengan angka romawi kecil, sebagai berikut.

1. Letakkan kursor di depan huruf awal pada halaman Kata Pengantar (lihat gambar 8).



2. Klik Insert > Page Number > Format Page Numbers (lihat gambar 9).



3. Setelah Format Page Numbers diklik, muncul kotak Page Number Format, seperti pada gambar 10



4. Pada Number format, pilih format i, ii, iii, … (gambar 11).



5. Pada Page numbering pastikan Start at terisi dengan i (gambar 12). Lalu klik OK.



6. Klik Insert > Page Number > Bottom of Page > Plain Number 2 (Gambar 13).



7. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti pada gambar 14 dan gambar 15, di mana pada kedua halaman (halaman Kata Pengantar dan cover) dinomori.





8. Klik Close Header and Footer atau klik 2 kali pada area di luar footer.

9. Untuk menghilangkan angka pada cover, klik 2 kali area tempat angka berada (area footer) pada cover. Akan muncul tampilan seperti pada gambar 16.



10. Centang kotak Different First Page. Setelah dicentang, secara otomatis angka pada cover akan hilang (lihat gambar 17).



11. Klik Close Header and Footer atau klik 2 kali pada area di luar footer.

Catatan:

Bila terdapat halaman lain yang tidak diberi nomor, misalnya halaman pengesahan dan halaman persembahan, maka nomor halaman dihilangkan dengan cara yang sama seperti menghilangkan nomor halaman pada cover (langkah 4.9-4.11).

12. Di atas halaman cover terdapat halaman kosong (lihat gambar 18), yang muncul setelah langkah 2.



Untuk menghilangkan halaman tersebut, letakkan kursor pada awal halaman kosong (lihat gambar 19), lalu tekan tombol Delete, sehingga secara otomatis halaman cover naik menjadi halaman paling awal.



5. Pemberian nomor halaman Bab I dengan angka 1 dst, sebagai berikut.

1. Klik 2 kali pada nomor halaman awal Bab I (pada contoh terletak pada area footer), sehingga muncul tampilan seperti gambar 20.



2. Klik Link to Previous (ditunjukkan tanda panah pada gambar 20) sampai tidak berwarna kuning! > hapus nomor halaman secara manual > klik Go to Header (lihat tanda panah pada gambar 21).



3. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti gambar 22, di mana Link to Previous berwarna kuning.




4. Klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning! > klik Close Header and Footer atau klik 2 kali pada area di luar header.

5. Letakkan kursor di awal halaman Bab I (lihat gambar 23).



6. Klik Insert > Page Number > Format Page Numbers (seperti pada langkah 4.2-4.3).

7. Pada Page Number Format pilih format 1, 2, 3, …. Pada Page numbering pastikan Start at terisi dengan 1 (lihat gambar 24). Lalu klik OK.



8. Klik Insert > Page Number > Top of Page > Plain Number 3 (Gambar 25).



9. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti gambar 26.



10. Klik Close Header and Footer (lihat tanda panah pada gambar 26) atau klik 2 kali pada area di luar header.

11. Selanjutnya memindahkan nomor pada halaman awal Bab I, dari atas (header) ke bawah (footer). Klik 2 kali nomor halaman yang akan dipindah posisinya (pada contoh terletak pada area header). Selanjutnya akan muncul tampilan sama seperti gambar 26.

12. Centang kotak Different First Page. Setelah dicentang, secara otomatis angka 1 pada halaman awal Bab I akan hilang dan Link to Previous berwarna kuning (lihat gambar 27).



13. Klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning! > klik Go to Footer. Secara otomatis, kursor akan dibawa ke area footer (lihat gambar 28).



14. Klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning!

15. Klik Home > Paragraph Center (lihat gambar 29).



16. Setelah Paragraph Center diklik, kursor akan dibawa ke posisi tengah. Lalu ketik angka 1.

17. Klik 2 kali pada area di luar footer, sehingga muncul tampilan seperti gambar 30.



6. Pemberian nomor halaman Bab II, sebagai berikut.

1. Dua langkah utama yang dilakukan untuk menomori Bab II adalah sebagai berikut.

o   Pertama, mengubah format penomoran halaman sehingga berkesinambungan dengan nomor halaman Bab I.

o   Kedua, mengubah posisi nomor halaman awal Bab II, dari atas (header) ke bawah (footer).

2. Halaman Bab II diawali dengan angka 1, dengan posisi nomor di area header (lihat gambar 31).



3. Ubah format penomoran halaman Bab II, di mana angka 1 pada halaman awal diganti dengan angka selanjutnya dari nomor halaman akhir Bab I. Halaman akhir Bab I adalah halaman 2. Dengan demikian, format penomoran halaman Bab II harus diawali dengan angka 3. Untuk mengubah format penomoran, letakkan kursor di depan huruf awal pada halaman Bab II (lihat gambar 32).



4. Klik Insert > Page Number > Format Page Numbers (seperti pada langkah 4.2-4.3).

5. Pada Page Number Format pilih format 1, 2, 3, ….

6. Pada Page numbering isi Start at dengan angka 3. Lalu klik OK, sehingga muncul tampilan seperti gambar 33.



7. Ubah posisi nomor halaman awal Bab II, dari atas (header) ke bawah (footer), dengan cara seperti pada langkah 5.11-5.13.

8. Sesuai langkah 5.13, pada tahap klik Go to Footer, secara otomatis, kursor akan dibawa ke area footer, sehingga muncul tampilan seperti gambar 34.



9. Klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning!

10. Ubah angka 1 menjadi angka 3.

11. Klik Close Header and Footer atau klik 2 kali pada area di luar footer, sehingga muncul tampilan seperti gambar 35.



7. Pemberian nomor halaman Bab III, prinsipnya sama seperti pemberian nomor halaman Bab II (langkah 6).

1. Halaman Bab III diawali dengan angka 1, dengan posisi nomor di area header (lihat gambar 36).



2. Halaman terakhir dari Bab II adalah halaman 5. Dengan demikian, format penomoran halaman Bab III harus diawali dengan angka 6. Untuk mengubah format penomoran ini lakukan seperti langkah 6.3-6.6.

3. Sesuai langkah 6.6, pada Page numbering isi Start at dengan angka 6. Lalu klik OK, sehingga muncul tampilan seperti gambar 37.



4. Ubah posisi nomor halaman awal Bab III, dari atas (header) ke bawah (footer), dengan cara seperti pada langkah 5.11-5.13.

5. Sesuai langkah 5.13, pada tahap klik Go to Footer, secara otomatis, kursor akan dibawa ke area footer, sehingga muncul tampilan seperti gambar 38.



6. Klik Link to Previous sampai tidak berwarna kuning!

7. Ubah angka 3 menjadi angka 6.

8. Klik Close Header and Footer atau klik 2 kali pada area di luar footer, sehingga muncul tampilan seperti gambar 39.



8. Penomoran selesai.

Catatan

1. Simulasi penomoran yang dicantumkan pada artikel ini dibuat menggunakan aplikasi Microsoft Office Word 2007. Belum dicoba pada aplikasi Microsoft Office Word versi yang lebih baru (semoga tidak berbeda secara prinsip kerja).

2. Font default pada Microsoft Office Word 2007 dan 2010 adalah Calibri 11 pt, sehingga bila pengaturan font default belum berubah, penomoran halaman secara otomatis akan menggunakan jenis font Calibri dengan ukuran 11 pt. Untuk mengubahnya menjadi font Times New Roman 12 pt, atau font lainnya, lakukan sama seperti mengubah font pada teks di luar header/footer.

3. Pengaturan nomor halaman Bab II dan Bab berikutnya dimulai dari angka tertentu (tidak berkesinambungan secara otomatis dengan halaman sebelumnya). Karena itu, bila file yang telah dinomori dengan format berbeda dan posisi berbeda, namun dalam perjalanannya ada perubahan yang menyebabkan jumlah halaman berubah, maka pengaturan halaman Bab II dan Bab berikutnya harus disesuaikan kembali. Misalnya, Bab I (pada contoh), jumlah halaman berubah menjadi 3, maka pengaturan halaman Bab II perlu disesuaikan, tidak lagi diawali dengan angka 3 tetapi angka 4.

Demikianlah ‘sekelumit’ kisah penomoran halaman. Semoga tidak menciptakan kernyit.

Monday, November 30, 2015

Tips Lengkap Cara Mengatasi Komputer Lemot /Lambat

Komputer lemot atau komputer yang kinerjanya lambat merupakan masalah yang dapat mengganggu pekerjaan kita yang tergantung dengan komputer. Baik untuk mengerjakan tugas sekolah atau pun pekerjaan dari kantor.

Masalah komputer/laptop lemot sering terjadi mengingat banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya. Jadi, sebaiknya melakukan perawatan yang rutin.



Berikut penyebab dan cara mengatasi komputer lemot …

1. Booting Windows lama

Mulai dari menekan tombol power sampai tampil desktop dan aplikasi startup ter-load sempurna pada komputer kamu, apakah terasa lama? Jika terasa lama bisa mulai melakukan pengaturan pada ‘System Configuration’.

·         Masuk ke ‘System Configuration’ dengan mengetikkan “msconfig” pada kolom ‘Run’.
·         Lakukan setting  pada tab ‘Boot’ dengan mengoptimalkan jumlah processor di ‘Boot Advanced Options’.
·         Hilangkan Startup yang tidak penting atau aplikasi yang tidak ingin langsung berjalan ketika konmputer dinyalakan dengan cara menghilangkan tanda ceklis pada daftar aplikasi di tab ‘Startup’.
·         Seleksi ‘Service’ yang berjalan, mana yang diperlukan dan mana yang tidak pada tab ‘Service’.

2. Mengatasi komputer lemot dengan menghapus ‘Junk File’ yang menumpuk

Junk file yang menumpuk, memenuhi kapasitas harddisk dan bisa jadi penyebab komputer lemot.
Untuk membersihkannya bisa dengan tool ‘Windows Clean up’. Buka tool ‘Windows Disk Clean up’ dengan masuk ke ‘Properties’ partisi harddisk dan klik ‘Disk Cleanup’.Setelah jendela baru muncul dengan daftar file-file yang akan dihapus klik ‘OK’ untuk menghapusnya.

3. Me-repair Registry Error

Registry error juga merupakan salah satu penyebab komputer lambat/lemot. Registry error bisa saja disebabkan oleh proses install-uninstall software yang tidak sempurna.
Untuk membersihkannya bisa dengan software ‘Auslogic Registry Cleaner’. Download AuslogicsRegistry Cleaner langsung di web resminya, Auslogics.com.
Cara menggunakannya mudah..

·         Tutup semua program yang sedang berjalan,
·         Jalankan Auslogics Registry Cleaner,
·         Seleksi dengan ceklis daftar registry dari program mana saja,
·         Klik ‘Scan’ lalu ‘Repair’.

4. Defragmentasi harddisk

Melakukan  ‘defragmentasi harddisk’ juga merupakan salah satu cara mengatasi komputer lemot. Jika kamu pernah mengalami membuka file atau program  terasa lama, bisa jadi program atau file tersebut telah terfragment dalam harddisk. File-file tersebut telah teracak, tidak tersusun rapi karena proses meng-edit, memindah, men-delete sehingga ‘head harddisk’ memerlukan waktu lebih lama untuk menemukannya.

Lakukan defragmentasi dengan tool bawaan Windows, ‘Disk Defragmenter’. Untuk membuka tool tersebut sama seperti ‘Disk Cleanup’,…

·         Masuk ke ‘Properties’ pada salah satu partisi harddisk yang akan didefragmentasi dengan klik kanan, pilih ‘Properties’.
·         Pilih tab ‘Tools’ pada bagian atas,
·         Setelah muncul tools ‘Disk Defragmenter’ pilih partisi yang akan di-defragment,lakukan ‘Analyze’ dulu kemudian ‘Defragment Disk’.

5. Meminimalkan Visual Effect

Jika komputer kamu mempunyai spesifikasi yang pas-pasan bisa meminimalkan visual effect Sistem Operasi. Ini akan mengoptimalkan kinerja komputer.

·         Untuk melakukannya, klik kanan ‘Computer’, pilih ‘Properties’, pilih ‘Advanced System Settings,
·         Pada jendela ‘System Properties’ yang muncul pilih tab ‘Advanced’ kemudian ‘Visual Effects’ pada ‘Perfomance Options’,
·         Pada daftar yang muncul, hilangkan efek yang tidak akan disertakan dengan menghilangkan ceklisnya jika kamu pilih cara ‘Custom’,
·         Atau jika ingin langsung pilih ‘Adjust for Best Perfomance’. Apply pengaturannya lalu OK.

6. Hapus Virus, Malware, Adware, dll

Virus yang menginfeksi bisa memakan sumber daya di komputer sehingga menambah beban kinerja komputer dan akhirnya membuat komputer lemot/lambat.
Untuk mengatasinya instal program antivirus terpercaya.  Jika sebelumnya sudah dipasang lakukanlah update sehingga antivirus dapat mengenali virus terbaru dan meningkatkan kemampuannya membasmi virus.

Lakukan scanning pada seluruh isi komputer, pada partisi sistem operasi, partisi data yang disimpan, dll.
Saat virus sudah terlanjur menjangkit sistem yang menyebabkan file sistem corrupt atau bahkan hilang, benar-benar bisa membuat kinerja komputer menurun kecepatannya. Yang harus dilakukan untuk memperbaikinya adalah dengan melakukan instal ulang operating sistem.

7. Komputer Kepanasan (Overheat)

Komponen di dalam komputer dapat bekerja optimal dalam rentang suhu tertentu. Ketika suhu sudah melewati rentangnya (overheat), maka akan menyebabkan komputer lemot sebelum kemudian benar-benar mati karena komponen elektronika di dalamnya terbakar.
Bersihkan fan/kipas CPU dan saluran udara dalam komputer dari debu dan kotoran yang menempel. Debu dan kotoran yang menempel pada fan/kipas memperlambat putarannya sehingga aliran udara terganggu. Begitu juga dengan saluran udara, jika tersumbat debu dan kotoran, hawa panas dari komputer tidak keluar dan udara dari luar tidak mengalir dengan baik.

8. Cara mengatasi komputer/laptop lemot dengan Uninstall Program tidak penting

Cek dan urut berdasarkan tanggal terpasangnya pada daftar program di ‘Control Panel’.

·         Lihat apakah ada program yang terpasang namun sudah lama tidak digunakan? Lihat juga apakah ada program yang tidak penting yang memenuhi harddisk dan membebani komputer? Seperti toolbar-toolbar browser  dan software downloader dari web portal downlad, apakah diperlukan? Toolbar yang berlebihan bisa membuat browser menjadi lambat.
·         Cek juga file-file ‘font’ pada Windows, apakah kamu berlebihan dalam memasangnya?
·         Menggunakan software security yang banyak bukan cara yang baik untuk menjaga komputer. Yang ada, bisa menyebabkan kinerja komputer melambat. Gunakanlah satu antivirus namun selalu rajin di update dan rutin melakukan scanning.
·         Lakukan uninstall program yang tidak penting tsb sebagai cara mengatasi komputer lemot.

9. Software tidak sesuai spesifikasi

Tidak bijaknya dalam memasang software yang tidak sesuai spesifikasi bisa menyebabkan komputer lemot juga. Karena setiap software pasti memiliki ‘System Requirement’ minimal untuk di-instal dan berjalan baik di komputer.
Sebagai contoh game ‘Pro Evolution Soccer 2014’ system requirement minimum yang saya lihat di Systemrequirementslab.com,

·         CPU:     Core 2 Duo @ 1.8 GHz or Athlon II X2 240
·         RAM:     1 GB
·         OS:     Windows Vista SP2/ 7 SP 1
·         Video Card:     NVIDIA GeForce 6800 or ATI Radeon x1300 or Intel HD Graphics 2000 (512 MB VRAM)
·         Sound Card:     Yes

Mungkin ada software yang bisa di-instal dengan ‘system requirement’ di bawahnya, namun itu memaksakan. Maksudnya bisa saja di-instal tetapi apakah kinerjanya optimal? Pengalaman pernah instal ‘Adobe Photoshop CS4’ pada komputer dengan processor Intel Celeron B815 1.6 GHz, RAM 2GB. Kinerjanya lambat dan ketika meng-edit tampilan tiga dimensi tidak optimal, patah-patah.
Jadi, uninstall-lah software yang tidak sesuai spesifikasi untuk mengatasi komputer lemot.

10. Harddisk Bad Sector

Sebelum memberikan efek lebih buruk, ‘Bad Sector’ pada harddisk juga bisa menyebabkan komputer lemot/lambat. Beberapa kasus harddisk yang ada ‘bad sector’ masih bisa diusahakan untuk diperbaiki.
Untuk mengetahui harddisk pada komputer kamu terdapat ‘bad sector’atau tidak, bisa menggunakan tool Windows ‘CHKDSK’. Caranya, pada kolom isian ‘Run’ ketik “chkdsk”, lalu OK dan akan muncul jendela dengan proses pengecekan.
Atau melalui ‘Properties’ pada partisi harddisk, pilih tab ‘Tools’, pilih ‘Error-Checking’ dengan klik ‘Check Now’. Kemudian tandai options…

·         ‘Automatically fix file system errors’
·         ‘Scan for and attempt recovery of bad sectors’

11. Upgrade hardware

Beberapa cara mengatasi komputer lemot atau lambat di atas mungkin tidak memberikan pengaruh yang sangat signifikan jika memang spesifikasi komputer biasa-biasa saja. Jelas, spesifikasi berbanding lurus dengan kecepatan kinerjanya. Semakin tinggi semakin baik. Jadi, berfikirlah realistis.

·         Lakukan upgrade processor dengan menggunakan processor yang lebih tinggi spesifikasinya, Intel core i3, core i5, core i7, dst atau dari merk AMD.
·         Tambah RAM menjadi lebih besar kapasitasnya. Perhatikan pula jumlah slot yang tersedia pada komputer.
·         Kamu bisa mempertimbangkan untuk mengganti harddisk (HDD) dengan SSD(Solid State Drives). SSD memiliki kemampuan lebih tinggi dibanding harddisk biasa, namun sayangnya harga SSD masih tinggi.

Selain itu, hardware komputer yang sudah termakan usia juga merupakan penyebab komputer lemot. Walau bagaimanapun, hardware memiliki daya tahan dalam jangka waktu tertentu. Dan tidak ada cara lain selain menggantinya dengan hardware generasi terbaru sebagai cara mengatasi komputer lemot.

Giliran kamu sekarang… Lakukan pengecekan pada komputer untuk mencari tahu penyebab komputer lemot/lambat  kemudian coba  praktekan cara mengatasi komputer lemot di atas. Saya mempraktekannya pada komputer dengan sistem operasi Windows 7.

Sunday, November 29, 2015

TIPS AMPUH CARA MENURUNKAN BERAT BADAN SECARA ALAMI

Artikel kali ini akan membahas cara menurunkan berat badan secara alami, baiklah mari kita mulai. Memiliki berat badan ideal dengan bentuk yang proporsional pastinya impian setiap orang baik kaum adam maupun kaum hawa. Sebagian besar orang cukup beruntung karena mereka memang memiliki bakat untuk memiliki tubuh langsing dan orang jenis tersebut memang susah untuk menjadi gemuk. Sebaliknya ada juga orang yang dari sananya sudah memiliki bakat gemuk, orang seperti ini susah untuk gemuk. Namun yang paling banyak adalah mereka yang berada di tengah-tengan jenis orang yang disebutkan di atas, orang jenis ini bisa gemuk dan juga kurus sesuai dengan pola hidup mereka.



Jaman sekarang ini kecenderungan seseorang untuk memiliki badan gemuk itu sangat besar. Hal tersebut tentunya tak terlepas dari polahidup tidak sehat yang dijalani serta tuntutan jaman yang serba instan dan cepat. Maka jangan heran jika saat ini makanan cepat saji semakin ngetren dan digemari. Padahal menurut penelitian para ahli makanan cepat saji ini merupakan salah satu faktor penyebab berat badan berlebih. Selain itu, jajanan atau cemilan yang ada saat ini cenderung mendukung untuk menjadi gemuk. Tentunya berbeda sekali dengan jaman dulu yang mana cemilan hanya berupa ubi dan singkong. Bukan itu saja ternyata stres juga menjadi salah satu pemicu bertambahnya berat badan seseorang.

Terlepas dari semua itu, tentunya semua orang ingin memiliki penampilan dengan tubuh yang indah. Ada banyak cara yang bisa ditempuh sebagai langkah menjalankan tips diet sehat mulai dari yang berat sampai yang ringan, mulai dari yang berdampak besar sampai yang hanya memberi dampak kecil saja. Kunci keberhasilan dalam menurunkan berat badan ini sebenarnya terletak pada tekad masing-masing individu. Maka dari itu dukungan sosial dari orang-orang terdekat juga sangat berperan penting. Berikut ini adalah tips yang bisa anda coba dirumah.

CARA MENURUNKAN BERAT BADAN

1. Jangan Tinggalkan Sarapan

Kesalahan pehaman dalam menjalankan program diet ini akan berdampak besar pada keberhasilan program diet anda. Sebagian besar orang awam yang belum mengerti tentang diet dan memiliki keinginan untuk menurunkan berat badan mereka cenderung untuk tidak melakukan sarapan. Padahal itu merupakan kesalahan yang cukup merugikan, dampak dari tidak sarapan adalah melambatnya metabolisme tubuh yang mana akan berdampak pada kesuksesan diet anda. Maka dari itu tetap lakukan sarapan namun dengan makanan yang kaya serat, protein, dan gizi, seperti sayuran, putih telur, serta susu.

2. Awali dengan Air Putih

Cara menurunkan berat badan selanjutnya yaitu memanfaatkan air putih. Air putih sangat membantu proses penurunan berat badan. Dengan banyak mengkonsumsi air putih akan meningkatkan hidrasi sel-sel tubuh yang akan menunjang proses metabolisme. Dalam menjalankan diet sebaiknya minimal meminum air putih sebanyak 8 gelas sehari. Selain itu air putih juga bisa dijadikan sebagai senjata ampuh untuk program anda yaitu dengan mengawali minum segelas air putih sebelum makan. Hal ini akan membantu anda mengurangi porsi makan karena perut sudah merasa kenyang terlebih dahulu.

3. Banyak Bergerak atau Olahraga

Bagi anda yang memiliki banyak waktu tentunya bisa memulai program penurunan badan ini dengan melakukan olahraga secara teratur baik itu joging, senam aerobik, maupun jalan santai. Namun bagi anda yang tidak memiliki waktu luang untuk melakukan olah raga anda juga tidak perlu khawatir karena ada cara lain yang bisa ditempuh. Caranya yaitu anda harus banyak bergerak, misalnya jika pekerjaan anda berada dikantor yang memiliki lif maka bisa mencoba menggunakan tangga, selain itu terapkan untuk sering berjalan-jalan di tempat kerja. Hal itu akan membantu membakar kalori dalam tubuh. Intinya anda harus banyak bergerak dan beraktifitas yang membuat tubuh bergerak.

4. Konsumsi Protein

Protein merupakan salah satu zat penunjang diet yang sangat dianjurkan. Usut punya usut ternyata proten memiliki fungsi yang luar biasa yaitu mampu membakar lemak dan cocok sebagai penunjang diet sehat anda. Protein bisa diperoleh dari putih telur, selain itu bisa juga di dapat dari oat meal gandum maupun sereal. Konsumsi protein ini sangat di anjurkan sebagai sarapan pagi anda.

5. Makan Makanan Kaya Serat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa makanan berserat termasuk salah satu kunci keberhasilan dalam cara menurunkan berat badan anda. Konsumsi makanan berserat ini dianjurkan untuk dikonsumsi di siang hari atau malam hari. Makan berserat tinggi ini bisa didapat dari buah dan sayur sayuran. Buah mislanya pir, pisang, pepaya, dan jambu biji. Sayur misalnya brokoli, labu, bayam, lobak, kentang, ubi jalar, kembang kol, kubis merah, dan sayur-sayuran hijau.

6. Ganti Makanan Karbihidrat Sederhana dengan Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat merupakan sumber dari energi dan gula, namun jenis karbohidrat sederhana akan susah diserap oleh tubuh sehingga cenderung untuk ditimbun dalam dalam bentuk lemak. Makanan berkarbohidrat sederhana ini biasanya bersumber dari nasi, mie, pasta, dan lain-lain. Bagi mereka yang menjalanan program penurunan badan maka wajib hukumnya mengganti makanan berkabohidrat sederhana dengan makanan berkabohidrat kompleks misalnya beras merah, gandum, oat meal, sereal, dan jenis kacang-kacangan.

7. Perhatikan Makan Malam Anda

Dimalam hari tubuh cenderung lebih sedikit beraktifitas sehingga asupan karbohidrat tidak terlalu dibutuhkan. Maka dari itu agar penurunan berat badan anda berhasil sebaiknya hindari makan malam dengan makanan yang mengandung karbohidrat. Ada baiknya makan malam diganti dengan menu berupa sayur-sayuran yang direbus bukan yang ditumis dengan minyak. Tambahkan buah-buahan sebagai asupan gizi untuk menu makan malam. Jangan lupa juga untuk menghindari makan makanan yang diolah dengan di goreng agar cara menurunkan berat badan ini memberikan hasil yang maksimal.

Apakah program diet yang anda lakukan masih gagal? Simak hal-hal yang sering menjadi penyebab kegagalan program diet sehat yang sering tidak disadari.

PENYEBAB KEGAGALAN DALAM MENURUNKAN BERAT BADAN

1. Kurang Tidur

Polahidup yang sehat berhubungan dengan pola tidur, normalnya manusia tidur 8 jam sehari atau minimal 7 jam sehari. Sedangkan menurut hasil penelitian orang yang tidurnya kurang dari 7 jam akan membuat produksi hormon kortisol, gula darah dan produksi insulin akan naik.Hal itu memicu tubuh menjadi cepat lapar serta menjadikan resistensi insulin dimana resistensi tersebut akan membuat tubuh menyimpan banyak lemak.

2. Balas Dendam Setelah Olahraga

Kesalahan fatal yang sering menjadi faktor kegagalan diet namun tidak disadari yaitu “balas dendam” setelah berolahraga dengan makan berlebihan. Setelah berolahraga biasanya tubuh memang merasa lebih lapar karena kalori dalam tubuh telah dibakar. Anggap saja anda telah membakar kalori sebanyak 500 kalori setelah anda kelelahan berolaraga tubuh akan merasa sangat kelaparan akhrinya setelah olahraga anda melampiaskan kelelahan dengan makan tanpa memperhitungkan makanan yang dimakan. Fenomena yang terjadi yaitu jumlah kalori yang dibakar sebesar 500 kalori namun yang dikonsumsi setelah olah raga bisa saja 600 kalori. Akhirnya bukan berkurang malah bertambah berat badannya.

3. Telat Makan

Hal ini sring dianggap sepele oleh mereka yang sedang menjalankan program menurunkan berat badan. Ada juga yang merasa jika telat makan itu lebih baik, bahkan ada yang sengaja menunda jam makannya. Padahal hal ini justru berdampak buruk bagi diet anda karena kebanyakan mereka yang telat makannya akan merasa lebih lapar saat makan sehingga sulit menahan diri dan akhirnya makan dalm porsi lebih banyak dari yang sehausnya. Hal-hal yang dianggap sepele seperti ini lebih sering menggagalkan program diet seseorang.


Demikian adalah beberapa tips cara menurunkan berat badan yang bisa anda implementasikan. Berhasil atau tidaknya program ini tergantung niat masing-masing individu yang melakukannya. Paling penting yaitu membangun motifasi dan kesaran diri bahwa kita mampu melakukannya dan semangat tersebut merupakan faktor paling menentukan dalam menjalankan tips diet sehat jenis apapun. Wassalam.

Saturday, November 28, 2015

Tutorial Cara Masuk Setting BIOS Dengan Mudah

Bagaimana yang anda ketahui tentang bios? baik kali ini saya ingin menjelaskan sedikit pengertian tentang BIOS. BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System, yaitu kumpulan perangkat lunak dalam komputer yang mengatur seluruh konfigurasu dalam komputer seperti melakukan instalasi, menjalankan dan memuat sistem opererasi dan memudahkan kerja komputer agar lebih maksimal.

Nah kembali kepada topik pembahasan mengenai cara masuk BIOS. Memang jarang sekali kita masuk pada setting BIOS dan tidak semua orang faham dengan ini. Kita bisa memakai setting BIOS untuk mengatur semua perangkat pada motherboard kita, ingin kit disable dan unable terserah anda, dan biasanya kita memakai bios hanya untuk install ulang windows ( kebanyakan orang ). nah langsung saja berikut ini adalah langkah-langkah untuk masuk setting BIOS :

1. hidupkan komputer/laptop anda jika dalam keadaan mati. Nah jika keadaan hidup silahkan restart saja.

2. Setelah anda tekan power tunggu sebentar akan muncul "Entering set-up". Biasanya tipe komputer/laptop berbeda, dan jika tidak salah tunggu ketika keluar merk laptop, merk motherboard muncul di monitor. Untuk memasuki BIOS memang sangat berbeda-beda setiap perangkat silahkan coba tekan tombol F1,F2,F3,F5,F10. Tapi ada juga yang harus tekan Delete,Escape, atau Insert.

Di bawah adalah beberapa contoh masuk setting BIOS :





3. Memang sangat bermacam-macam cara memasuki bios dan itu semua di tentukan oleh pabrik. nah untuk engatasi masalah gagal masuk bios anda juga bisa mencoba tekan tombol seperti Control + Escape, Alt + Ecape, Control + Alt + Escape, Control + Alt + Enter. Itu beberapa tombol yang sering di gunakan untuk masuk bios.

4. Jika anda masih gagal juga untuk memasuki BIOS jangan panik dahulu. Semua perangkat baru dari pabrik akan di sertai buku panduan penggunaan perangkat. Nah saran saya silahkan membaca panduan tersebut jika masih gagal saja, karena semua perangkat tidak selalu sama salah satunya cara masuk setting BIOS.


Bagaimana tutorial di atas, sangat mudah memang jika kita memiliki setting bios dan cara masuk BIOS yang umumnya di pakai seperti yang telah saya jelaskan. Nah saran saya jika anda tidak ingin merepotkan diri, jika membeli laptop, PC, dan lainnya silahkan simpan buku panduan perangkat karena suatu saat anda bisa juga menggunakannya. Nah terimakasih banyak atas kunjungan anda dan semoga sukses selalu.